Apakah Benar Mata Plus Tidak Bisa LASIK?

Banyak orang mengira LASIK hanya untuk mata minus, dan mata plus “tidak bisa” dioperasi laser. Faktanya: mata plus juga bisa dikoreksi dengan LASIK — tetapi ada syaratnya, dan jawabannya sangat tergantung pada “plus” jenis apa yang Anda maksud. Mari kita luruskan.

“Mata plus” yang mana dulu?

Ini sumber utama kesalahpahaman. Ada dua kondisi yang sama-sama sering disebut “mata plus”, padahal berbeda:

  • Hipermetropia (rabun dekat) — plus karena bentuk/ukuran bola mata, bisa muncul sejak muda. Objek dekat (dan kadang jauh) terlihat kabur.
  • Presbiopia (mata tua) — plus karena penuaan lensa mata, biasanya mulai sekitar usia 40-an. Khasnya: sulit membaca dekat sehingga perlu menjauhkan teks.

Keduanya butuh “kacamata plus”, tetapi penanganan lasernya berbeda. Inilah kenapa jawaban “bisa atau tidak” tidak bisa disamaratakan.

Hipermetropia: bisa dikoreksi dengan LASIK

Untuk hipermetropia, LASIK bekerja dengan membentuk kornea agar bagian tengahnya sedikit lebih cembung, sehingga titik fokus cahaya bergeser tepat ke retina. Koreksi plus derajat ringan sampai sedang umumnya memberi hasil baik.

Tantangannya ada pada plus yang sangat tinggi: hasilnya cenderung kurang stabil dan lebih mungkin “berbalik” sebagian (regresi) dibanding koreksi minus. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin menyarankan metode lain, misalnya implan lensa. Anda bisa membaca perbandingan teknik di jenis operasi mata laser dan cara memilihnya.

Presbiopia (mata tua): ceritanya berbeda

LASIK biasa tidak “menyembuhkan” presbiopia, karena akar masalahnya ada pada lensa mata yang menua, bukan pada kornea. Namun ada pendekatan khusus untuk mengurangi ketergantungan kacamata baca, seperti monovision (satu mata disetel untuk jarak jauh, satu untuk dekat) atau teknik PresbyLASIK. Pilihan ini tidak cocok untuk semua orang dan butuh penyesuaian, sehingga konsultasi sangat penting.

Lalu kenapa muncul anggapan “plus tidak bisa LASIK”?

Anggapan ini setengah benar dan punya alasan historis:

  • Koreksi plus secara teknis lebih menantang dan lebih rentan regresi dibanding minus.
  • Banyak kasus “plus” yang dikeluhkan justru presbiopia pada usia lanjut — yang memang penanganannya berbeda.
  • Dulu teknologi laser lebih difokuskan ke koreksi minus, sehingga muncul kesan plus “tidak bisa”.

Intinya: mata plus tidak otomatis “tidak bisa LASIK”. Hipermetropia ringan–sedang umumnya bisa; plus sangat tinggi atau presbiopia perlu pertimbangan dan metode khusus.

Yang menentukan tetap pemeriksaan

Kelayakan LASIK — baik untuk minus maupun plus — ditentukan oleh ketebalan dan bentuk kornea, derajat kelainan, usia, serta kesehatan mata secara keseluruhan. Untuk syarat dasarnya, lihat panduan LASIK: kriteria, kelebihan, dan biaya.

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi medis. Keputusan dan kelayakan LASIK untuk mata plus hanya dapat ditentukan setelah pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis mata.


Daftar Pustaka

  • American Academy of Ophthalmology. Basic and Clinical Science Course (BCSC), Section 13: Refractive Surgery. AAO.
  • Salmon JF. Kanski’s Clinical Ophthalmology: A Systematic Approach. 9th ed. Elsevier; 2020.
  • American Academy of Ophthalmology. Refractive Errors & Refractive Surgery Preferred Practice Pattern. AAO.

Leave a comment