Mata Merah: Penyebab, Tanda Bahaya, dan Kapan Harus ke Dokter

Mata merah adalah keluhan yang sangat umum dan sebagian besar penyebabnya ringan. Namun pada sebagian kasus, mata merah bisa menjadi tanda gangguan yang serius. Kuncinya adalah mengenali kapan cukup dirawat di rumah dan kapan harus segera ke dokter.

Penyebab yang umum

  • Konjungtivitis — peradangan akibat infeksi virus, bakteri, atau alergi.
  • Mata kering dan iritasi — akibat layar, debu, asap, atau angin.
  • Perdarahan subkonjungtiva — bercak merah pada bagian putih mata yang tampak menyeramkan, tetapi umumnya tidak nyeri dan sembuh sendiri.
  • Benda asing atau iritasi ringan lainnya.

Tanda bahaya: segera ke dokter

Mata merah perlu penanganan segera bila disertai salah satu hal berikut:

  • Nyeri hebat atau penglihatan menurun.
  • Sangat silau terhadap cahaya.
  • Terjadi setelah cedera atau terkena bahan kimia.
  • Pemakai lensa kontak yang mengalami mata merah disertai nyeri.
  • Disertai mual/muntah dan melihat lingkar cahaya — bisa menandakan tekanan bola mata yang sangat tinggi.

Perawatan di rumah untuk kasus ringan

Untuk iritasi ringan, kompres dingin, mengistirahatkan mata dari layar, dan tetes air mata buatan biasanya membantu. Hindari mengucek mata, dan bila menggunakan lensa kontak, lepas dulu sampai keluhan reda. Jika tidak membaik dalam beberapa hari atau muncul tanda bahaya di atas, periksakan ke dokter.

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Jangan menggunakan tetes mata mengandung steroid tanpa anjuran dokter.


Daftar Pustaka

  • Salmon JF. Kanski’s Clinical Ophthalmology: A Systematic Approach. 9th ed. Elsevier; 2020.
  • American Academy of Ophthalmology. Basic and Clinical Science Course (BCSC), Section 8: External Disease and Cornea. AAO.
  • Khurana AK. Comprehensive Ophthalmology. 7th ed. Jaypee Brothers; 2019.

Leave a comment