Ambliopia — sering disebut “mata malas” — adalah kondisi ketika penglihatan satu mata (kadang keduanya) tidak berkembang normal sejak masa kanak-kanak. Masalahnya bukan pada bentuk mata, melainkan pada hubungan antara mata dan otak: otak “lebih memilih” mata yang lebih jelas dan mengabaikan yang lain.
Apa penyebabnya?
- Mata juling (strabismus) — otak menekan bayangan dari mata yang menyimpang.
- Perbedaan ukuran refraksi antara kedua mata (anisometropia) — satu mata jauh lebih kabur.
- Hambatan penglihatan sejak kecil, misalnya katarak bawaan atau kelopak mata yang turun menutupi pupil.
Mengapa deteksi dini sangat penting?
Ambliopia paling efektif diobati pada masa kanak-kanak, saat sistem penglihatan masih berkembang. Jika terlambat ditangani hingga dewasa, perbaikan penglihatan menjadi jauh lebih sulit. Karena anak sering tidak menyadari atau tidak mengeluh, gangguan ini mudah terlewat — di sinilah pentingnya skrining mata pada anak.
Bagaimana penanganannya?
Prinsipnya dua: perbaiki penyebabnya (misalnya memberi kacamata atau menangani katarak), lalu “latih” mata yang lemah agar otak kembali menggunakannya. Latihan ini biasanya dilakukan dengan menutup mata yang lebih kuat (patching) atau mengaburkannya sementara dengan tetes mata tertentu, sesuai arahan dokter. Konsistensi dan pengawasan dokter sangat menentukan hasil.
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Bila Anda menduga anak mengalami gangguan penglihatan, segera periksakan ke dokter mata.
Daftar Pustaka
- American Academy of Ophthalmology. Basic and Clinical Science Course (BCSC), Section 6: Pediatric Ophthalmology and Strabismus. AAO.
- Salmon JF. Kanski’s Clinical Ophthalmology: A Systematic Approach. 9th ed. Elsevier; 2020.
- Khurana AK. Comprehensive Ophthalmology. 7th ed. Jaypee Brothers; 2019.

Leave a comment