Mata terasa perih, berpasir, gampang lelah, kadang malah berair berlebihan? Bisa jadi Anda mengalami mata kering — salah satu keluhan mata paling umum, terutama di kalangan pekerja kantoran dan pengguna lensa kontak. Meski terdengar sepele, mata kering yang dibiarkan bisa cukup mengganggu kenyamanan sehari-hari.
Apa Itu Mata Kering?
Mata kering terjadi ketika permukaan mata tidak mendapat pelumasan yang cukup. Penyebabnya bisa karena air mata yang diproduksi terlalu sedikit, atau — yang lebih sering — karena kualitas air mata buruk sehingga cepat menguap. Lapisan minyak yang menjaga air mata tetap stabil dihasilkan oleh kelenjar kecil di tepi kelopak; bila kelenjar ini tersumbat, air mata cepat menghilang.
Penyebab yang Sering Tak Disadari
- Menatap layar terlalu lama — membuat kita lebih jarang berkedip, sehingga air mata cepat menguap.
- Ruangan ber-AC atau berkipas — aliran udara mempercepat penguapan air mata.
- Lensa kontak — pemakaian lama dapat memicu rasa kering.
- Bertambahnya usia dan perubahan hormon — produksi air mata cenderung menurun, terutama pada perempuan setelah menopause.
- Obat-obatan tertentu — seperti antihistamin (obat alergi), beberapa obat tekanan darah, dan antidepresan.
- Lingkungan berdebu, berasap, atau berpolusi, termasuk asap rokok.
Gejalanya
- Rasa perih, panas, atau seperti ada pasir di mata
- Mata merah dan cepat lelah
- Penglihatan buram yang membaik setelah berkedip
- Sensitif terhadap cahaya
- Mata berair berlebihan — ini paradoks, tetapi merupakan respons mata yang teriritasi karena kering
Cara Meredakannya di Rumah
- Kompres hangat pada kelopak mata 5–10 menit, lalu pijat lembut. Ini membantu melancarkan kelenjar minyak yang tersumbat — sangat membantu untuk tipe mata kering yang paling umum.
- Berkedip secara sadar saat bekerja di depan layar, dan terapkan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit, lihat jauh 20 detik).
- Gunakan air mata buatan (tetes pelembap). Untuk pemakaian sering, pilih yang bebas pengawet.
- Pasang pelembap udara (humidifier) di ruangan ber-AC, dan jangan arahkan kipas atau AC langsung ke wajah.
- Cukupi cairan tubuh dan pertimbangkan asupan omega-3 dari ikan.
- Hindari asap rokok dan lingkungan berdebu.
- Bila memakai lensa kontak, beri jeda istirahat dan jangan dipakai melebihi waktu yang dianjurkan.
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan ke dokter mata bila keluhan menetap meski sudah dirawat di rumah, atau bila disertai nyeri yang berat, mata sangat merah, sensitif cahaya yang mengganggu, atau penglihatan yang menurun. Mata kering yang berat dan dibiarkan dapat melukai permukaan kornea. Dokter dapat menilai penyebabnya dan memberikan penanganan yang lebih tepat sasaran.
Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter.
Daftar Pustaka
- Tear Film & Ocular Surface Society. TFOS DEWS II Report (Dry Eye Workshop II).
- American Academy of Ophthalmology. Dry Eye Syndrome Preferred Practice Pattern. AAO.
- Salmon JF. Kanski’s Clinical Ophthalmology: A Systematic Approach. 9th ed. Elsevier; 2020.

Leave a comment