Banyak orang baru memeriksakan mata saat penglihatan sudah benar-benar terganggu. Padahal, sebagian penyakit mata yang serius — seperti glaukoma — berkembang perlahan tanpa gejala di tahap awal, sehingga sering dijuluki “pencuri penglihatan”. Pemeriksaan mata rutin adalah cara terbaik untuk menangkap masalah sejak dini, saat masih bisa ditangani.
Seberapa Sering Harus Periksa Mata?
Tidak ada satu jadwal yang cocok untuk semua orang — frekuensinya bergantung pada usia dan faktor risiko. Sebagai panduan umum:
- Anak-anak: skrining penglihatan secara berkala, terutama menjelang dan selama usia sekolah, untuk memastikan tidak ada kelainan yang menghambat belajar.
- Dewasa muda tanpa keluhan: setiap 1–2 tahun cukup memadai.
- Usia 40 tahun ke atas: lebih rutin, karena ini usia mulai munculnya presbiopia (mata tua), glaukoma, dan katarak.
- Kelompok berisiko tinggi: lebih sering, sesuai anjuran dokter.
Siapa yang termasuk berisiko tinggi?
- Penderita diabetes atau tekanan darah tinggi
- Memiliki riwayat keluarga glaukoma atau penyakit mata lain
- Pengguna kacamata atau lensa kontak dengan ukuran yang terus berubah
- Pernah mengalami cedera atau operasi mata
Tanda Anda Perlu Segera Periksa
- Penglihatan menurun atau buram yang menetap
- Nyeri mata, mata merah berkepanjangan, atau sangat sensitif terhadap cahaya
- Melihat kilatan cahaya, bayangan mengambang yang tiba-tiba banyak, atau seperti ada tirai menutup sebagian pandangan — ini bisa menjadi tanda darurat
- Penglihatan ganda atau lingkaran pelangi di sekitar lampu
- Sakit kepala disertai gangguan penglihatan
Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026
Kabar baik: pemeriksaan mata kini lebih mudah diakses. Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemerintah memperluas layanan skrining kesehatan — termasuk pemeriksaan penglihatan — di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pada 2026, program ini menargetkan skrining bagi sekitar 140 juta masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia.
Skrining ini sangat berarti, mengingat masih banyak gangguan penglihatan — termasuk pada anak usia sekolah — yang belum terkoreksi. Manfaatkan kesempatan ini: tanyakan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat mengenai jadwal dan cara mengikutinya.
Apa yang Terjadi Saat Pemeriksaan Mata?
Pemeriksaan dasar biasanya mencakup tes ketajaman penglihatan (membaca huruf pada papan), pemeriksaan kebutuhan kacamata, serta penilaian kesehatan bagian dalam mata. Bila diperlukan, dokter dapat memeriksa tekanan bola mata dan retina. Prosesnya tidak menyakitkan dan relatif singkat.
Menjaga kesehatan mata adalah investasi jangka panjang. Jangan tunggu sampai penglihatan terganggu — jadikan pemeriksaan mata bagian dari rutinitas kesehatan Anda.
Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter. Detail program CKG dapat berubah; pastikan informasi terbaru melalui fasilitas kesehatan resmi.
Daftar Pustaka
- American Academy of Ophthalmology. Comprehensive Adult Medical Eye Evaluation Preferred Practice Pattern. AAO.
- American Optometric Association. Recommended eye examination frequency. AOA.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Leave a comment